Finalisasi Laporan Indonesia Disaster Management Summit 2025

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PERPUSNAS RI) tahun 2025 menjadi tuan rumah yang begitu penting untuk rangkaian kegiatan pertemuan tingkat tinggi yang pertama untuk mendiskusikan hal-hal strategis, tantangan dan rekomendasi untuk meningkatkan penanggulangan bencana di Indonesia. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan  menyampaikan penghargaan atas kolaborasi dan kontribusi berbagai pihak atas pelaksanaan pertemuan tersebut yang tidak mudah untuk dilakukan mengingat tahun 2025 seperti yang kita ketahui dan hadapi bersama adalah tahun yang penuh dengan tantangan. Pertemuan diadakan saat bangsa ini harus menangani banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan intensitas dampak yang tidak pernah kita bayangkan, setelah tsunami Aceh tahun 2004 lalu.

IDMS  diselenggarakan dengan tujuan untuk merekognisi dan memperluas capaian inisiatif pentahelix (pemerintah, masyarakat sipil, dunia usaha, akademisi, dan media) dalam membangun resiliensi masyarakat di bidang ekonomi, sosial, dan juga lingkungan

Bangsa Indonesia telah ditempa oleh berbagai kejadian bencana dari sejak awal berdirinya negeri ini, bahkan sejak sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Meletusnya Krakatau atau gunung purba yang sekarang menjadi Danau Toba dan berbagai kejadian bencana dengan dampak mendunia adalah kejadian yang telah dihadapi negeri ini. Kejadian bencana yang dicatat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana setiap tahunnya tidak pernah kurang dari tiga ribu kejadian. Maka, sesungguhnya kita telah teruji menghadapi bencana. Tetapi apakah kita siap meski kita telah teruji?  Ataukah kita mengulang permasalahan yang sama setiap kali kita menghadapi bencana? Berapa banyak kita memiliki para ahli bencana dan organisasi/lembaga serta kementerian yang selalu terlibat di dalam penanggulangan bencana?

Untuk itulah, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengadakan Indonesia Disaster Management Summit atau pertemuan tingkat tinggi untuk peningkatan penanggulangan bencana di Indonesia baik dari regulasi, perencanaan, implementasi dan pelaporan Finalisasi yang dilaksanakan pada tanggal 2-3 Desember 2025 dan kemudian sudah dilakukan Finalisasi pada tanggal 29 Januari 2026, tim dari First Response Indonesia (FRI) juga ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Adapun beberapa hal yang sudah dibahas dalam kegiatan ini diantaranya; Pra Bencana yang meliputi Capaian Strategis, Tantangan, Rekomendasi Strategis. Tanggap darurat, Pasca Bencana, Konflik Sosial Pasca Bencana, Pembelajaran Kolaborasi Multi Pihak, serta Daftar Pegiat Penanggulangan Bencana dan Kegiatannya.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang belajar dari masa lalunya untuk terus mengasah, meningkatkan kualitas, membangun budaya yang selalu diperbaiki, termasuk dalam membangun ketangguhan bangsa dalam menghadapi bencana. Hasil diskusi dalam pertemuan bersama unsur-unsur Pentahelix ini baik dari pemerintah, akademisi, media, lembaga usaha, dan masyarakat adalah kekayaan intelektual kita bersama untuk meningkatkan kualitas penanggulangan bencana yang harus diterjemahkan ke dalam pelaksanaannya untuk kita evaluasi bersama dan mencari kembali hal-hal yang dapat kita perbaiki di tahun-tahun berikutnya. Menko PMK mewakili pemerintah RI mengajak kita semua masyarakat Indonesia untuk bersama-sama bergotong royong dalam membangun ketangguhan bangsa melalui Gerakan KITATANGGUH: Budaya Tangguh, Kolaborasi Tangguh, dan Dasbor Tangguh yang mengintegrasikan unsur multipihak di negeri kita.

Salam Tangguh

First Response Indonesia